Waspada! Ini Bahayanya Bermain Gadget Saat Berkendara

Gadget sudah menjadi benda wajib yang dimiliki hampir seluruh kalangan lintas generasi. Gadget seperti sudah menjadi kebutuhan wajib yang harus dipenuhi. Melalui gadget, khususnya smartphone, kita dapat terhubung dengan berbagai macam orang yang berasal dari mana pun di dunia. Ditambah lagi dengan semakin maraknya pengguna media sosial, semua orang merasa harus selalu eksis dan menjadi yang paling pertama tahu dari yang lain.

Kebiasaan ini pun menumbuhkan sifat ketergantungan terhadap smartphone. Kita seperti tidak bisa menjauh dari smartphone barang sedetik saja. Bahkan ketika berkendara, sadar atau tidak terkadang kita masih sering disibukkan dengan apapun yang terjadi melalui smartphone. Hal ini tentunya tidak hanya melanggar peraturan, tapi juga membahayakan diri sendiri dan orang lain. Apa saja bahaya yang mengintai jika kita terlalu asyik menggunakan gadget saat berkendara?

Terancam hukum pidana

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menggunakan gadget saat berkendara adalah perbuatan yang dianggap melanggar peraturan. Bahkan terancam mendapat hukuman pidana, karena hal ini dapat menyebabkan kecelakaan yang fatal.

Untuk itu, pemerintah Indonesia pun mengaturnya dalam UU No. 2 tahun 2009 yang berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Memecahkan konsentrasi

Meskipun beberapa orang menganggap sepele, namun kegiatan menyetir kendaraan, khususnya mobil, adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Kecelakaan berkendara bisa terjadi kapan saja dan dalam waktu yang sangat singkat.

Ketika kita menelpon, fokus kita akan otomatis terpecah mendengarkan suara dari lawan bicara di telpon. Konsentrasi pun menjadi pecah, antara menyetir dan menelpon. Di sinilah risiko terjadinya kecelakaan kemungkinan besar terjadi.

Mempengaruhi kinerja otak

Tidak hanya sekadar mengalihkan konsentrasi, ternyata menurut sebuah penelitian, menggunakan gadget saat berkendara juga dapat mempengaruhi kinerja otak menjadi lebih lamban dan tidak efektif. Hal ini menyebabkan menurunkan konsentrasi dan meningkatkan kemungkinan melakukan kesalahan. Padahal, konsentrasi dan kesigapan adalah hal terpenting saat berkendara.

Menyebabkan kecelakaan

Sebuah riset mengatakan, sebesar 70% kecelakaan mobil terjadi bukan karena tidak bisa dihindari, tapi disebabkan karena kecerobohan pengemudi yang sibuk dengan layar smartphone. Ketika pengendara sibuk dengan layar gadget, dia bisa saja tanpa sengaja menyenggol kendaraan lain yang saat itu sedang sama-sama melintas dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kecelakaan di jalan bisa terjadi kapan saja, itulah alasan mengapa berkendara membutuhkan konsentrasi penuh dan kesigapan.

Ada banyak risiko yang seharusnya bisa kita hindari dengan bersabar sebentar dan tidak menyentuh gadget saat berkendara. Jika memang telepon yang pesan yang masuk sangat penting dan butuh dijawab segera, sebaiknya menepi dulu sesaat untuk membalasnya. Meskipun sudah menggunakan handsfree, namun konsentrasi tetap bisa terpecah.

Jangan remehkan menyetir, kegiatan ini bukanlah kegiatan yang bisa dilakukan secara multitasking, karena menuntut perhatian lebih. Untuk itu sebaiknya jauhkan gadget dari jangkauan ketika berkendara. Malah jika perlu, setel gadget pada posisi airplane mode atau mode silent ketika berkendara. Agar memudahkan kamu mengontrol diri dan juga membantu supaya tetap fokus menyetir.

Namun, selain membahayakan nyawa, kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaianmu atau pengendara lain juga bisa menyebabkan kerusakan mobil yang cukup parah dan dapat menimbulkan kerugian finansial yang cukup banyak. Untuk mengatasi hal tersebut, penting bagi kita untuk memiliki asuransi mobil.

Asuransi mobil sendiri memiliki berbagai macam jenis, salah satunya adalah Total Lost Only (TLO). Asuransi mobil jenis ini dapat memberikan proteksi terhadap mobilmu dengan memberikan jaminan atas kerugian hingga 75% dari harga mobil sebelum kerusakan terjadi.

Walaupun tidak sepenuhnya ditanggung, namun dengan menggunakan asuransi ini setidaknya kamu dapat tambahan biaya untuk memperbaiki kerusakan mobil yang terjadi karena kecelakaan. Jika penasaran dengan jenis asuransi mobil lainnya, kamu bisa kunjungi lifepal.co.id untuk mengetahui jenis dan perbandingannya.

Sponsored Links