Qualcomm Dituntut Perusahaan Asal Tiongkok $100 Miliar Karena Langgar Paten

Qualcomm adalah salah satu perusahaan kelas dunia yang memang ahli dalam menghasilkan produk prosesor atau chipset untuk perangkat mobile. Beberapa brand smartphone terbesar di dunia pun rata-rata sudah menggunakan chipset besutan Qualcomm.

Namun kabar terbaru yang beredar saat ini adalah Qualcomm sedang mengalami masalah dimana pihaknya mendapatkan sebuah tuntutan dari salah satu perusahaan asal Tiongkok. Perusahaan tersebut bahkan sudah melaporkan gugatan kepada Qualcomm dimana menuntut ganti rugi sebesar $100 miliar atas pelanggaran hak paten.

Permasalahan ini diawali karena Qualcomm disebut-sebut menggunakan kata atau istilah merek dagang “Gaotong” yang serupa dengan nama perusahaan dan merek produk Tiongkok. Gaotong sendiri adalah sebuah kata yang memiliki makna komunikasi tinggi atau ‘high communication’.

Sementara itu istilah Gaotong sendiri ternyata diklaim sudah pernah di daftarkan ke Genitop Research yang berbasis di Shanghai pada tahun 1992. Buntut dari permasalahan ini, perusahaan tersebut meminta ganti rugi mencapai $16 juta dan masih bertambah menjadi $100 miliar karena ‘sanksi administratif’.

Genitop Research sendiri sudah memiliki pengacara khusus yakni Chen Ruojian dimana menyampaikan jika kliennya sudah mengajukan permohonan resmi mengenai kasus tuduhan pelanggaran paten ini.

Qualcomm sendiri ternyata sudah pernah di denda sebesar $975 juta pada tahun lalu karena kasus anti-monopoli, di mana Qualcomm dinyatakan bersalah setelah menyalahgunakan dominasinya dalam teknologi nirkabel. Qualcomm sendiri saat itu didakwa bersalah karena menetapkan biaya lisensi yang tinggi kepada pihak manufaktur.

Sponsored Links