Dituntut Ericsson, Apple Terancam Dilarang Berjualan Di Amerika Serikat

Apple kembali dituntut oleh vendor lain yakni Ericsson. Kali ini Ericsson bahkan melayangkan hingga 7 tuntutan ke pengadilan Amerika Serikat. Tuntutan tersebut juga dilayangkan untuk menutup penjualan produk iPhone di pasar Amerika Serikat.

Dalam sejumlah tuntutan tersebut, intinya Apple telah melanggar hak paten karena telah menggunakan paten dari Ericsson tanpa ijin resmi. Paten tersebut disematkan ke produk andalan Apple yakni iPhone.

Sebelum Ericcson melayangkan sejumlah gugatan ke pengadilan Amerika Serikat terhadap Apple, Apple dan Ericcson sempat bertemu untuk membahas pembayaran sejumlah royalti untuk pihak Ericsson.

Apple disini diharuskan membayar royalti karena diduga telah menggunakan paten milik Ericsson hingga sejumlah 41 paten. Sebagian besar diantaranya adalah paten teknologi milik Ericsson.

Jika Apple membayar Royalti, maka Ericsson tidak mempermasalah paten tersebut secara hukum. Namu dari kesepakatan tersebut, ternyata pihak Apple menentang kesepakatan yang telah dijalin sebelumnya.

Apple menilai jika jumlah royalti yang diminta Ericsson terlalu besar dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Apple menyebut jika perjanjian yang telah dibuat dengan Ericcson dinilai janggan dan tidak wajar.

Karena seharusnya Apple hanya membayar royalti untuk paten prosesor yang digunakan di Apple iPhone. Namun Ericcson ternyata meminta membayar royalti secara keseluruhan satu perangkat yang membuat jumlahnya melambung sangat tinggi. Hal inilah yang membuat pihak Apple tidak terima dan tidak ingin menyetujui perjanjian tersebut.

Sponsored Links